Category Archives: Wawasan Islam

Ini Dia Arti Istilah Bahasa Arab yang Biasanya Digunakan di Sekitar Kita

Category : Wawasan Islam

INTERNET membuka semua akses ilmu pengetahuan yang bisa dikatakan lengkap. Termasuk juga soal bahasa Arab. Karena para pemakainya juga merupakan aktivis dakwah, maka lumrah sekarang kita dapati istilah-istilah bahasa Arab yang sangat akrab di sekeliling kita.
Nah apa saja artinya?
1. Akh (saudara pria 1 orang)2. Akhi (saudaraku pria 1 orang)3. Ukht (saudari perempuan 1 org)4. Ukhti (saudariku perempuan 1 org)5. Ikhwan/ikhwah (saudara pria banyak)6. Akhawat (bukan akhwat, saudari perempuan banyak)
7. Ana (saya, dalam bahasa Betawi digunakan ane)8. Anta (Anda, untuk laki-laki. Dalam bahasa Betawi digunakan ente)9. Anti (Anda, untuk perempuan)10. Antum (Kalian, untuk laki-laki banyak. Tapi kata ini sering juga digunakan untuk Anda (1 laki-laki), dalam rangka penghormatan). Misalnya ketika berbicara kepada yang lebih tua atau dihormati, digunakan kata Antum meskipun orangnya satu.
11. Jazaakallah khairan (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan, untuk saudara laki-laki 1 orang).12. Jazakumullah khairan (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan, untuk laki-laki banyak, bisa juga digunakan untuk campur laki-laki dan perempuan banyak)13. Jazaakillah (perempuan 1 orang)14. Wa iyyaka (semoga engkau juga dibalas dengan kebaikan, jawaban bagi yang mengucapkan jazaakallah, untuk laki-laki)15. Wa iyyaki (sama dengan: no 14, tapi untuk perempuan)
16. Syukran (terima kasih, bisa untuk laki-laki atau perempuan)17. Afwan (sama-sama, jawaban untuk org yg mengucapkan syukran) Tapi, afwan secara asal artinya: maaf. Karenanya biasa digunakan di awal pembicaraan. Misal : afwan, ana telat. (Maaf, saya terlambat). Padahal, kalimat ini jarang digunakan oleh orang Arab.18. Ittaqillaah haitsumma kunta (bertaqwalah kamu kepada Allah dimanapun kamu berada)19. Yassarallah/sahhalallah lanal khaira haitsumma kunna (semoga Allah mudahkan kita dalam kebaikan dimanapun berada)20. Allahummaghfir lana wal muslimin (ya Allah ampunilah kami dan kaum muslimin)21. Syafakallah (semoga Allah menyembuhkanmu : laki-laki, Syafakillah : perempuan) Syafahallah lebih dari satu orang.
22. Fii amaanillah (Semoga dalam lindungan Allah)23. Ilalliqa’ (Sampai ketemu lagi, diucapkan oleh orang yang mau pamit)24. Ma’as salaamah (semoga dalam keselamatan, dijawab oleh yang dipamitin)25. Baarakallah fiikum (semoga Allah memberkahi pada kalian) Barakallah fikum/Allahu yubarik fikum, semoga Allah memberikan kalian berkah.26. Baarakallahu laka (sama dengan no 25, khusus buat laki-laki)27. Baarakallahu laki (sama dengan no 26, khusus perempuan)28. Ahsanta (Engkau bagus, untuk laki-laki 1 orang. Biasanya digunakan buat memberikan pujian ketika seseorang melakukan keberhasilan)29. Ahsanti (sama dengan no 28 untuk perempuan 1 orang)30. Na’am (Ya, buat laki-laki atau perempuan), La (Tidak, buat laki-laki atau perempuan)
31. Shahih (Benar)32. Yakfi (Cukup. Dalam bahasa Inggris sama dengan kata enough).33. Tafadhdhal (silakan, untuk laki-laki 1 orang, tapi bisa juga untuk umum).34. Tafadhdhalii (silakan, untuk perempuan 1 orang)35. Mumtaaz (Keren, bagus banget, untuk pujian)36. Laa Adri (Tidak tahu)37. Shadaqta (engkau benar, untuk laki-laki. untuk perempuan : shadaqti)38. Allahul musta’an (hanya Allah-lah tempat kita memohon pertolongan)
39. Wa anta kadzalik : (begitu juga kamu)40. Ayyu Khidmah ( ada yang bisa dibantu?)41. Hafizhanallah (semoga Allah menjaga kita)42. Zadanallah ilman wa hirsha (semoga Allah menambah kita ilmu dan semangat)43. Allahu yahdik (semoga Allah memberimu petunjuk/hidayah)44. Hadaanallah (semoga Allah memberikan kita petunjuk/hidayah)
https://www.islampos.com/ini-dia-arti-istilah-bahasa-arab-yang-biasanya-digunakan-di-sekitar-kita-2-204178/


Empat Waktu Yang Sangat Dianjurkan Untuk Dimakmurkan Agar Dos adosa Terhapus

Category : Wawasan Islam

Guru Mulia Sayyidil Al-Habib Umar bin Hafidz berkata :

Bagi seseorang yang melalui hidupnya dengan kelalaian, maksiat kemudian dia mau mengejar ketertinggalannya tersebut apakah bisa? Baru taubat umur sudah 50 atau 60 tahun apakah masih bisa?

Jawaban Beliau adalah BISA, Yaitu dengan memakmurkan 4 waktu :

1️⃣ PERTAMA
Waktu antara Maghrib dan Isya’ dgn membaca Al-Qur’an, Ratib Haddad, Sholawat dan lain nya. Dan juga sholat Sunnah AWWABIN yang pahalanya bernilai 12 tahun ibadah (keterangan ada di bawah)

2️⃣ KEDUA
Waktu sebelum Subuh walau hanya 15 menit, walau hanya 2 rakaat sholat beserta dzikir dan doa² nya.

3️⃣ KETIGA
Waktu antara Subuh sampai Isyroq dgn dzikir, wirid yang sudah diajarkan oleh Rasulullaah

Rasulullaah ﷺ bersabda :

مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

“Barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah lalu berdzikir kepada Allaah hingga terbit matahari, kemudian shalat dua raka’at, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah. Pahalanya sempurna, sempurna, sempurna.” (HR. At-Tirmidzi dari Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 3403)

Menurut AlHabib Salim Asy Syatiri waktu isyroq adalah sekitar 16 menit stelah habis waktu Shubuh.

4️⃣ KEEMPAT
Waktu sebelum terbenam matahari yaitu dengan membaca dzikir & wirid tertentu.

SHALAT SUNNAH AWWABIN
AlHabib Umar bin Salim bin Hafidz berpesan :

“Manfaatkan waktu ijabah antara Maghrib dan Isya’, matikan TV, HP di taruh, Baca Al_Qur’an, Dzikir, Wirid, Ratib, Sholawat dan lakukan Shalat Sunnah Awwabin.”

💬 AWWABIN artinya : Orang yang banyak bertaubat/Orang yang kembali pada ALLAAH Subhanahu Wa Ta’aala”.
Niatnya (1) :
أصلي سنة الأوبين ركعتين لله تعالى

💬 Jadi setelah Shalat Maghrib lalu Berdoa seperti biasa, kemudian Shalat Ba’diah Maghrib dulu boleh, atau langsung digabung antara Ba’diah Maghrib dengan Shalat Sunnah Awwabin, untuk 2 raka’at pertama juga boleh

2 raka’at 1 Salam lebih afdhol.
Niatnya (2) :
أصلي سنة بعدية المغرب والأوبين ركعتين لله تعالى

Kemudian Salam dan lanjutkan jika ingin mengerjakan lebih dari dua raka’at dengan Niat yang ke (1).

Menurut Imam Syafi’i:
Waktunya :
💎 Dilakukan di waktu antara Maghrib dan Isya’.
Jumlah rakaatnya :
💎 Shalat Sunnah Awwabin dilakukan paling sedikitnya 2 raka’at atau 4 raka’at atau 6 raka’at, dan paling banyak 20 raka’at.

Menurut Imam Al-Ghozali dalam Kitab IHYA’ menyebutkan :
⭐ Paling tidak 6 raka’at sebagaimana Rasulullaah ﷺ pernah mengerjakannya.

⭐ Ayat yang dibaca ada berbagai macam sumber yang menyampaikan, diantaranya:

🔴 Raka’at pertama :
Surah Al Mu’minun 115-118.
Surah Ar-Ruum ayat 17-19.

🔴 Raka’at kedua :
Surah As-Shoffat, Ayat 1-11

🔴 Raka’at ketiga :
Surah Ghofir.
Ayat 1-3ِ dan baca Ayat Qursi.

🔴 Raka’at ke 4 :
Surah At-Taubah 128 – 129

Namun jika ingin hanya membaca pada :
Raka’at pertama : Surah Al-Kaafirun
Raka’at kedua : Surah Al-Ikhlas, dan seterusnya di ulang lagi untuk raka’at berikutnya maka boleh saja.

🌹 MANFAAT SHALAT AWWABIN:
Dari Ammar bin Yasir bahwa Nabi ﷺ Bersabda : “Barangsiapa Shalat setelah Shalat Maghrib enam raka’at, maka diampuni dosa-dosanya, walaupun sebanyak buih lautan.“
(HR. Thabrani)

Ibnu Majah, Ibnu Huzaimah, dan Tirmidzi meriwayatkan Hadits serupa dari Abu Hurairah Ra, bahwa Nabi ﷺ Bersabda : “Barang siapa Shalat enam raka’at antara Maghrib dan Isya’, maka Allaah Subhanahu Wa Ta’ala mencatat baginya pahala ibadah 12 tahun”
(HR. Tirmidzi)

Dari Abu Hurairah RA Rasulullaah ﷺ Bersabda : “Siapa yang Shalat Enam raka’at antara Maghrib dan Isya’ TANPA DISELA dengan PEMBICARAAN, ia senilai Ibadah selama 12 Tahun.”
(HR. Ibnu Majah)

📚 Sumber : Kitab Robi’ul Asror Oleh Al Habib Hasan bin Ahmad Al-Kaff.

▪≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈• ❁❁ •≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈▪

from wag algozy


Renungan

Category : Wawasan Islam

by Ustd. Taufik Daud.

Allah merahasiakan diterimanya sebuah amalan, agar hati kita selalu khawatir.

Dia juga selalu membuka pintu taubat, agar kita selalu punya harapan.

Dan Dia menjadikan penentu status seseorang pada amalan penutup hidupnya, agar tidak seorang pun tertipu dengan amalnya.

Seandainya paras dan ragamu lebih penting dan berharga dari ruhmu, tentunya ruh tidak naik ke langit, sedang raga harus dikubur dalam tanah.

Betapa banyak orang terkenal di muka bumi, namun ia tidak dikenal di penghuni langit.

Sebaliknya, betapa banyak orang tak dikenal dibumi, namun ia dikenal baik oleh penghuni langit.

Ukuran kemuliaan di sisi Allah adalah kekuatan takwa, bukan kekuatan raga.

Maka lihatlah kedudukanmu di sisi Allah, dan tinggalkan penilaian manusia.

[Sumber dari pesan berbahasa arab]


Kebanggaan Terselubung

Category : Wawasan Islam

Beberapa orang memiliki kemampuan untuk berpuasa Senin dan Kamis, sepanjang tahun, tapi yang lain mungkin tidak bisa.
Namun mereka memiliki kemampuan bangun di tengah malam untuk Sholat Tahajjud setiap malam, tetapi yang lain tidak dapat bangun meskipun sudah berusaha.

Yang lain tidak bisa melakukan kedua hal di atas, tetapi di mana pun mereka berjalan, mereka bersedekah dengan murah hati kepada para pengemis.

Beberapa orang tidak memiliki kekuatan untuk melakukan ibadah tambahan, tetapi mampu menjaga hati yang bersih dan wajah yang tersenyum terhadap orang-orang sepanjang waktu.

Yang lain lagi tidak melakukan apa-apa selain hanya membuat anak-anak tertawa ketika bertemu dengan mereka.

Intinya?

Jangan pernah berpikir bahwa mereka yang tidak melakukan seperti apa yang kita lakukan lebih rendah daripada kita, atau tidak memiliki apa pun yang bisa dipersembahkan bagi orang lain.

Jangan pernah berpikir bahwa tindakan kita untuk beribadah lebih baik daripada tindakan orang lain.

Jangan biarkan kesalehan kita menumbuhkan kebanggaan terselubung dalam diri kita.

Jangan biarkan kesalehan kita meng-isolasi diri kita dari keluarga dan teman. Jangan biarkan itu membuat kita merasa lebih suci dari orang lain.

Keturunan, kekayaan, kemampuan ilmiah, warna kulit kita, kekuatan di medan perang bukan kriteria untuk kesalehan kita.

Ada banyak di Afrika, Eropa, Asia, Cina dan seluruh dunia yang mungkin lebih dekat dengan Allah daripada kita karena fakta sederhana bahwa mereka dapat menanggung kesulitan dan mengatasi cobaan lebih baik daripada kita.

Penampilan dan pakaian kita bukanlah kriteria untuk kesalehan.

Ada banyak manusia di dunia ini yang lebih dekat dengan Allah SWT meskipun mereka tampak biasa-biasa saja.

Afiliasi kita dengan sebuah jamaah atau lembaga ilmiah mana pun, harus menjadi sarana untuk memusnahkan ego dan kebanggaan kita, tanpa memandang rendah orang lain.

Ada banyak yang hatinya murni meskipun tidak ber-afiliasi dengan salah satu di atas.

Hal ini bukan paspor otomatis ke Surga.

Ada orang yang masuk surga hanya dengan memuaskan dahaga seekor anjing, yang lain mendapatkannya dengan hanya memaafkan semua orang setiap hari sebelum tidur.

Mereka tidak memiliki banyak hal untuk ditampilkan, tetapi apa yang mereka lakukan, penting bagi Allah.

Seseorang mungkin berjalan melalui gerbang surga dengan modal sangat sedikit dan kehadirannya ketika hidup di muka bumi tidak dianggap penting, sementara yang lain dengan perbuatan yang jauh lebih besar justru binasa karena kesombongan mereka.

Jangan terkejut jika orang itu menuntun Anda berjalan melewati gerbang Surga.

MARILAH SELALU MELIHAT HAL BAIK YANG ADA PADA DIRI ORANG LAIN.


LIMA AYAT MOTIVATOR

Category : Wawasan Islam

  • Anda dapat berubah, jika Anda mau mengubah diri Anda:

ِإِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِ مِن وَالٍ (11)

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri,” (QS. Ar-Ra’d:11).

  • Ada kebaikan di balik yang tidak kita sukai:

وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ (216)

“Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu tetapi ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu tetapi ia buruk bagimu, dan Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui,“ (QS. Al-Baqarah: 216).

  • Anda pasti sanggup:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ َ (286)

“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya,” (QS. Al-Baqarah: 286)

  • Ada kemudahan bersama kesulitan:

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (5) إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (6)

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan,” (QS. Al-Insyirah: 5-6)

  • Takwa dan tawakallah:

ِ وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا (3)

“Barang siapa bertakwa kepada Allah maka Dia akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari jalan yang tidak ia sangka, dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah maka cukuplah Allah baginya, Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-Nya, Dia telah menjadikan untuk setiap sesuatu kadarnya,”


Cara Berdoa Dengan Asmaul Husna

Category : Wawasan Islam

Cara yang benar adalah berdoa kepada Allah dengan Asmaul Husna dan berdoa dengan nama Allah yang sesuai dengan keadaannya. Allah ta’ala berfirman:

“Hanya milik Allah asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. 7:180)

Misalnya:

Ya Syafi, isyfini (Wahai Yang Maha Penyembuh, sembuhkanlah aku)

Ya Rahman, irhamni (Wahai Yang Maha Penyayang, sayangilah aku)

Ya Razzaq, urzuqni (Wahai Yang Maha Pemberi rezeki, berilah aku rezeki)

Ya Ghofur, ighfirlii (Wahai Yang Maha Pengampun, ampunilah aku).

📚 Konsultasisyariah.com


Empat Bacaan Sujud

Category : Wawasan Islam

1⃣ “Subhana robbiyal a’laa,” berdasarkan hadis riwayat Muslim dan Abu Dawud.

2⃣ “Subhana robbiyal a’laa wa bi hamdih,” berdasarkan hadis riwayat Abu Dawud, shahih.

3⃣ “Subhanakallahumma robbanaa wa bihamdika, allahummaghfir-lii,” berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim.

4⃣ “Subbuhun qudduus, robbul malaa-ikati war ruuh,” berdasarkan hadis riwayat Muslim.

Semua hadis di atas shahih, dan untuk mengamalkan sunnah Nabi, sebisanya di selang-seling meski jika memilih satu saja tidak mengapa.

📚 Rumaysho


REMINDER SHALAT DHUHA

Category : Wawasan Islam

DOA SETELAH SHALAT DHUHA

اللهم اغفر لي، وتب علي، إنك أنت التواب الرحيم” حتى قالها مائة مرة

“Allaahummagh firlii wa tub ‘alayya, innaka antat tawwaabur rahiim”

Ya Allah, ampunilah dosaku, dan terimalah taubatku, sungguh Engkau adalah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
(100x)

(HR. Al Bukhari dalam Al Adabul Mufrad no. 219, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Adabul Mufrad).

WAKTU PELAKSANAAN

1- Waktu matahari meninggi (setinggi tombak), sekitar 10 menit setelah matahari terbit. Silakan diperkirakan untuk setiap daerah karena waktu terbitnya matahari di setiap daerah berbeda-beda. Kalau matahari terbit jam 06.00, maka shalat Dhuha bisa dimulai pukul 06.10.

2- Waktu terbaik shalat Dhuha adalah sekitar jam 10 pagi.


Sujud Sahwi Baca Apa?

Category : Wawasan Islam

Memang terdapat riwayat yang tersebar di masyarakat tentang bacaan sujud sahwi, dengan lafal, “Subhana man la yanamu wa la yashu (Mahasuci Dzat yang tidak tidur dan tidak lupa).”

Akan tetapi bacaan ini tidak ada dalilnya, baik dari Alquran, hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maupun perbuatan para sahabat.

Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan, “Doa ini tidak ditemukan di kitab hadis mana pun.” (Lihat Talkhis Al-Khabir, 2:88)

Tidak ada doa khusus ketika sujud sahwi, sehingga bacaannya adalah sebagaimana bacaan sujud ketika shalat, misalnya: Subhana Rabbiyal A’la.

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata, “Dan hendaklah dia membaca di dalam sujud (sahwi)-nya bacaan yang diucapkan di dalam sujud ketika shalat, karena sujud sahwi tersebut merupakan sujud yang disyariatkan serupa dengan sujud di dalam shalat.” (Al-Mughni, 2:432–433)

Abu Muhammad bin Hazm (Ibnu Hazm) rahimahullah berkata, “Orang yang bersujud sahwi harus membaca, di dalam kedua sujudnya,

“‘Subhana Rabbiyal A’la,’ berdasarkan sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya), ‘Jadikanlah ia (bacaan itu) di dalam sujudmu.’” (Al-Muhalla, 4:170).

==========

Sumber: Ustadz Ammi Nur Baits (Konsultasisyariah)


KARENA APA KAU MENANGIS ?

Category : Wawasan Islam

Menangis itu bukti yang menunjukkan ketakwaan hati, ketinggian jiwa dan kesucian sanubari serta kelembutan perasaan…

Menangis karena Allah terjadi manakala hamba itu melihat kelalaian pada dirinya atau takut akan kesudahannya yang buruk…

Rasulullah ﷺ telah bersabda :

ثَلَاثَةٌ لاَ تَرَى أَعْيُنُهُمُ النَّارَ: عَيْنٌ حَرَسَتْ فِي سَبِيلِ اللهِ, عَيْنٌ بَكَتْ مِنْ خَشْيَةِ اللهِ, وَعَيْنٌ غَضَّتْ عَنْ مَحَارِمِ اللهِ

“Tiga golongan yang mata mereka tidak akan melihat Neraka, mata yang berjaga-jaga di jalan Allah, mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang menundukkan pandangannya dari apa yang diharamkan oleh Allah” (HR. Ath-Thabrani, lihat Shahiihut Targhiib wat Tarhiib no.1231)

Pernahkah air mata menetes karena takut dan harap kepada Allah, atau karena sangat rindu ingin bertemu dengan Rasulullah ﷺ…?

Pernahkah air mata menetes karena maksiat yang telah dilakukan, atau karena takut orang tua nantinya di adzab Allah…?

Pernahkah air mata ini menetes karena takut akan su’ul khatimah, atau karena memikirkan siksa kubur yang menakutkan…?

Pernahkah air mata ini menetes memikirkan Surga dan Neraka Allah, atau karena banyak waktu yang terbuang sia-sia…?

Pernahkah air mata menetes karena banyak ilmu yang belum diketahui, atau banyaknya ilmu yang belum diamalkan…?

Pernahkah air mata menetes karena jarang harta dikeluarkan untuk sedekah, atau karena jarangnya hadir di majelis taklim…?

Pernahkah air mata menetes ini karena lalai hingga terlewat shalat tahajjud di malam hari, atau karena kehilangan shalat dua raka’at sebelum shubuh…?

Pernahkah air mata menetes karena lalai terlewat shalat berjamaah di masjid atau karena melihat penderitaan kaum muslimin di tempat lain…?

Wahai saudaraku, menangislah sebelum kita menyesal, sebab perjalanan sangatlah jauh dan bekal hanya sedikit…

Datangi terus majelis tangis, yaitu majelis yang selalu mengingatkan negeri akhirat, yang menyuburkan iman dan takwa, yang di dalamnya dibacakan ayat-ayat Allah, yang dibacakan sabda Rasulullah ﷺ, yang semua itu menyebabkan air matamu berlinang dan hati ini tunduk, bergetar serta takut kepada Allah ‘Azza wa Jalla…

Muthi’ah al-Abidah rahimahallah berkata :

لا ازال أبكى حتى أعلم على أى الحالين أنا عند الله ؟

“Aku akan tetap terus-menerus menangis hingga aku mengetahui di posisi manakah aku berada di hadapan Allah di antara dua posisi (Surga atau Neraka) ?” (lihat Shifatus Shofwah II/253)

✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar
https://telegram.me/najmiumar